WARKOPKIU - " Kita pacaran lebih dari lima tahun. Semuanya kita lalui, masa-masa sulit, atau itu yang gue kira. Hari itu kita bertengkar besar hanya karena gue telat jemput dia. Itu adalah pertama kalinya sepanjang kami bersma. Gue nggak masalah kalau dia marah, tapi menurut gue, dia berlebihan saat itu. Dia akhirnya minta putus di tempat saat kita lagi malam mingguan. Gue dimarah-marahin sampai dia puas. Gue nggak nyangka sebagaimana tempramennya dia.
Padahal kita slalu talk things out, sampai masalah selesai. Gue merasa dia nggak menghargain gue disaat itu, karena itu tempat umum dan tidak seharusnya dia semarah itu. Gue selalu teringat dengan dia yang sealalu bikin gue kesel, tapi gue maafin.
Ketika gue punya alasan logis untuk alasan ketelatan gue, dia malah kayak "keseatanan". Gue kesal, sekaligus sedih karena hubungan yang nggak bentar ini kandas karena hal sepele begitu" Angel, 23 tahun.